FADILAH SURAT AL-WAQI’AH
إِذَا وَقَعَتِ ٱلۡوَاقِعَةُ لَيۡسَ
لِوَقۡعَتِهَا كَاذِبَةٌ خَافِضَةٞ رَّافِعَةٌ إِذَا رُجَّتِ ٱلۡأَرۡضُ رَجّٗا
وَبُسَّتِ ٱلۡجِبَالُ بَسّٗا فَكَانَتۡ هَبَآءٗ مُّنۢبَثّٗا وَكُنتُمۡ أَزۡوَٰجٗا
ثَلَٰثَةٗ فَأَصۡحَٰبُ ٱلۡمَيۡمَنَةِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلۡمَيۡمَنَةِ وَأَصۡحَٰبُ
ٱلۡمَشَۡٔمَةِ
مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلۡمَشَۡٔمَةِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلۡمَشَۡٔمَةِ
وَٱلسَّٰبِقُونَ فِي جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ ثُلَّةٞ مِّنَ ٱلۡأَوَّلِينَ وَقَلِيلٞ
مِّنَ ٱلۡأٓخِرِينَ عَلَىٰ سُرُرٖ مَّوۡضُونَةٖ مُّتَّكِِٔينَ عَلَيۡهَا مُتَقَٰبِلِينَ يَطُوفُ
عَلَيۡهِمۡ وِلۡدَٰنٞ مُّخَلَّدُونَ بِأَكۡوَابٖ وَأَبَارِيقَ وَكَأۡسٖ مِّن
مَّعِينٖ لَّا يُصَدَّعُونَ عَنۡهَا وَلَا يُنزِفُونَ وَفَٰكِهَةٖ مِّمَّا
يَتَخَيَّرُونَ وَلَحۡمِ طَيۡرٖ مِّمَّا يَشۡتَهُونَ وَحُورٌ عِينٞ كَأَمۡثَٰلِ
ٱللُّؤۡلُوِٕ ٱلۡمَكۡنُونِ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ لَا يَسۡمَعُونَ
فِيهَا لَغۡوٗا وَلَا تَأۡثِيمًا إِلَّا قِيلٗا سَلَٰمٗا سَلَٰمٗا وَأَصۡحَٰبُ
ٱلۡيَمِينِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلۡيَمِينِ فِي سِدۡرٖ مَّخۡضُودٖ وَطَلۡحٖ مَّنضُودٖ
وَظِلّٖ مَّمۡدُودٖ وَمَآءٖ مَّسۡكُوبٖ وَفَٰكِهَةٖ كَثِيرَةٖ لَّا مَقۡطُوعَةٖ
وَلَا مَمۡنُوعَةٖ وَفُرُشٖ مَّرۡفُوعَةٍ إِنَّآ أَنشَأۡنَٰهُنَّ إِنشَآءٗ
فَجَعَلۡنَٰهُنَّ أَبۡكَارًا عُرُبًا أَتۡرَابٗا لِّأَصۡحَٰبِ ٱلۡيَمِينِ ثُلَّةٞ
مِّنَ ٱلۡأَوَّلِينَ وَثُلَّةٞ مِّنَ ٱلۡأٓخِرِينَ وَأَصۡحَٰبُ ٱلشِّمَالِ مَآ
أَصۡحَٰبُ ٱلشِّمَالِ فِي سَمُومٖ وَحَمِيمٖ وَظِلّٖ مِّن يَحۡمُومٖ لَّا بَارِدٖ
وَلَا كَرِيمٍ إِنَّهُمۡ كَانُواْ قَبۡلَ ذَٰلِكَ مُتۡرَفِينَ وَكَانُواْ
يُصِرُّونَ عَلَى ٱلۡحِنثِ ٱلۡعَظِيمِ وَكَانُواْ يَقُولُونَ أَئِذَا مِتۡنَا
وَكُنَّا تُرَابٗا وَعِظَٰمًا أَءِنَّا لَمَبۡعُوثُونَ أَوَ ءَابَآؤُنَا
ٱلۡأَوَّلُونَ قُلۡ إِنَّ ٱلۡأَوَّلِينَ ٱلۡأَوَّلِينَ وَٱلۡأٓخِرِينَ
لَمَجۡمُوعُونَ إِلَىٰ مِيقَٰتِ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ ثُمَّ إِنَّكُمۡ أَيُّهَا
ٱلضَّآلُّونَ ٱلۡمُكَذِّبُونَ لَأٓكِلُونَ مِن شَجَرٖ مِّن زَقُّومٖ فَمَالُِٔونَ
مِنۡهَا ٱلۡبُطُونَ فَشَٰرِبُونَ عَلَيۡهِ مِنَ ٱلۡحَمِيمِ فَشَٰرِبُونَ شُرۡبَ
ٱلۡهِيمِ هَٰذَا نُزُلُهُمۡ يَوۡمَ ٱلدِّينِ نَحۡنُ خَلَقۡنَٰكُمۡ فَلَوۡلَا
تُصَدِّقُونَ أَفَرَءَيۡتُم مَّا تُمۡنُونَ ءَأَنتُمۡ تَخۡلُقُونَهُۥٓ أَمۡ نَحۡنُ
ٱلۡخَٰلِقُونَ نَحۡنُ قَدَّرۡنَا بَيۡنَكُمُ ٱلۡمَوۡتَ وَمَا نَحۡنُ
بِمَسۡبُوقِينَ عَلَىٰٓ أَن نُّبَدِّلَ أَمۡثَٰلَكُمۡ وَنُنشِئَكُمۡ فِي مَا لَا
تَعۡلَمُونَ وَلَقَدۡ عَلِمۡتُمُ ٱلنَّشۡأَةَ ٱلۡأُولَىٰ فَلَوۡلَا تَذَكَّرُونَ
أَفَرَءَيۡتُم مَّا تَحۡرُثُونَ ءَأَنتُمۡ تَزۡرَعُونَهُۥٓ أَمۡ نَحۡنُ
ٱلزَّٰرِعُونَ لَوۡ نَشَآءُ لَجَعَلۡنَٰهُ حُطَٰمٗا فَظَلۡتُمۡ تَفَكَّهُونَ
إِنَّا لَمُغۡرَمُونَ بَلۡ نَحۡنُ مَحۡرُومُونَ أَفَرَءَيۡتُمُ ٱلۡمَآءَ ٱلَّذِي
تَشۡرَبُونَ ءَأَنتُمۡ أَنزَلۡتُمُوهُ مِنَ ٱلۡمُزۡنِ أَمۡ نَحۡنُ ٱلۡمُنزِلُونَ
لَوۡ نَشَآءُ جَعَلۡنَٰهُ أُجَاجٗا فَلَوۡلَا تَشۡكُرُونَ أَفَرَءَيۡتُمُ
ٱلنَّارَ ٱلَّتِي تُورُونَ ءَأَنتُمۡ أَنشَأۡتُمۡ شَجَرَتَهَآ أَمۡ نَحۡنُ
ٱلۡمُنشُِٔونَ
نَحۡنُ جَعَلۡنَٰهَا تَذۡكِرَةٗ وَمَتَٰعٗا لِّلۡمُقۡوِينَ فَسَبِّحۡ بِٱسۡمِ
رَبِّكَ ٱلۡعَظِيمِ ۞فَلَآ أُقۡسِمُ بِمَوَٰقِعِ ٱلنُّجُومِ وَإِنَّهُۥ لَقَسَمٞ
لَّوۡ تَعۡلَمُونَ عَظِيمٌ إِنَّهُۥ لَقُرۡءَانٞ كَرِيمٞ فِي كِتَٰبٖ مَّكۡنُونٖ
لَّا يَمَسُّهُۥٓ إِلَّا ٱلۡمُطَهَّرُونَ تَنزِيلٞ مِّن رَّبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
أَفَبِهَٰذَا ٱلۡحَدِيثِ أَنتُم مُّدۡهِنُونَ وَتَجۡعَلُونَ رِزۡقَكُمۡ أَنَّكُمۡ
تُكَذِّبُونَ فَلَوۡلَآ إِذَا بَلَغَتِ ٱلۡحُلۡقُومَ وَأَنتُمۡ حِينَئِذٖ
تَنظُرُونَ وَنَحۡنُ أَقۡرَبُ إِلَيۡهِ مِنكُمۡ وَلَٰكِن لَّا تُبۡصِرُونَ
فَلَوۡلَآ إِن كُنتُمۡ غَيۡرَ مَدِينِينَ تَرۡجِعُونَهَآ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ
فَأَمَّآ إِن كَانَ مِنَ ٱلۡمُقَرَّبِينَ فَرَوۡحٞ وَرَيۡحَانٞ وَجَنَّتُ نَعِيمٖ
وَأَمَّآ إِن كَانَ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلۡيَمِينِ فَسَلَٰمٞ لَّكَ مِنۡ أَصۡحَٰبِ
ٱلۡيَمِينِ وَأَمَّآ إِن كَانَ مِنَ ٱلۡمُكَذِّبِينَ ٱلضَّآلِّينَ فَنُزُلٞ
مِّنۡ حَمِيمٖ وَتَصۡلِيَةُ جَحِيمٍ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ حَقُّ ٱلۡيَقِينِ
فَسَبِّحۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلۡعَظِيمِ [
الواقيـة:1-96]
1. (Apabila hari kiamat terjadi) bilamana hari
terakhir tiba. [Al Waqi'ah:1]
2.
(Tidak ada seorang pun dapat berdusta tentang kejadiannya) maksudnya,
tiada seorang pun yang tidak mempercayai kejadiannya sebagaimana ia tidak
mempercayainya sewaktu di dunia. [Al Waqi'ah:2]
3. (Ia
merendahkan dan meninggikan) artinya, kejadian hari kiamat itu menampakkan
siapa di antara mereka yang terhina karena dimasukkan ke dalam neraka, dan
siapa di antara mereka yang ditinggikan derajatnya karena dimasukkan ke dalam
surga. [Al Waqi'ah:3]
4.
(Apabila bumi diguncangkan dengan se dahsyat-dahsyatnya) yakni bilamana
bumi mengalami gempa yang amat dahsyat. [Al Waqi'ah:4]
5. (Dan
gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya) atau apabila gunung-gunung
dihancurleburkan. [Al Waqi'ah:5]
6. (Maka
jadilah dua debu) yaitu berupa debu (yang beterbangan) yang menyebar ke
mana-mana. Lafal Idzaa kedua menjadi Badal dari lafal Idza pertama. [Al
Waqi'ah:6]
7. (Dan
kalian menjadi) pada hari kiamat itu (bergolong-golongan) terdiri dari
golongan-golongan (yang terbagi tiga). [Al Waqi'ah:7]
8.
(Yaitu golongan kanan) mereka adalah orang-orang yang kitab catatan amal
perbuatan mereka diberikan kepadanya dari sebelah kanan. Kalimat ayat ini
menjadi Mubtada sedangkan Khabarnya ialah, (Alangkah mulianya golongan kanan
itu) kalimat ayat ini mengandung makna yang mengagungkan dan memuliakan
kedudukan mereka, karena mereka dimasukkan ke dalam surga. [Al Waqi'ah:8]
9. (Dan
golongan kiri) yakni mereka yang kitab catatan amalnya diberikan kepadanya dari
sebelah kiri. (Alangkah sengsaranya golongan kiri itu) ungkapan ini mengandung
makna yang menghinakan kedudukan mereka, karena mereka dimasukkan ke dalam
neraka. [Al Waqi'ah:9]
10. (Dan
orang-orang yang paling dahulu) dalam kebaikan, mereka adalah para nabi; ayat
ini berkedudukan menjadi Mubtada (yaitu orang-orang yang paling dahulu) lafal
ayat ini mengukuhkan makna ayat pertama, dimaksud sebagai ungkapan tentang
keagungan kedudukan mereka. [Al Waqi'ah:10]
11.
(Mereka itulah orang yang didekatkan). [Al Waqi'ah:11]
12.
(Berada di dalam surga-surga yang penuh dengan kenikmatan). [Al
Waqi'ah:12]
13.
(Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu) menjadi Mubtada,
artinya golongan mayoritas dari umat-umat terdahulu. [Al Waqi'ah:13]
14. (Dan
segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian) yakni dari kalangan umat Nabi
Muhammad saw. Mereka terdiri dari bagian besar umat-umat terdahulu dan umat
Nabi Muhammad adalah orang-orang yang paling dahulu masuk surga. [Al
Waqi'ah:14]
15.
(Mereka berada di atas dipan-dipan yang bertahtakan emas dan permata)
yaitu singgasana-singgasana yang terbuat dari emas dan permata. [Al Waqi'ah:15]
16.
(Seraya bersandarkan di atasnya berhadap-hadapan) kedua lafal ayat ini
berkedudukan menjadi Hal atau kata keterangan keadaan bagi Dhamir yang
terkandung di dalam Khabar. [Al Waqi'ah:16]
17.
(Mereka dikelilingi) oleh para pelayan (yang terdiri dari anak-anak muda
yang tetap muda) maksudnya, mereka tetap muda untuk selama-lamanya. [Al
Waqi'ah:17]
18.
(Dengan membawa gelas-gelas) atau tempat-tempat minum yang tidak ada
ikatan atau pegangannya (dan cerek) yakni tempat untuk menuangkan minuman yang
mempunyai pegangan dan ada pipa penuangannya (dan guci) yaitu, tempat untuk
meminum khamar (yang isinya diambil dari air yang mengalir) yaitu dari khamar
yang mengalir dari sumbernya yang tidak pernah kering untuk selama-lamanya. [Al
Waqi'ah:18]
19.
(Mereka tidak pernah merasa pening karenanya dan tidak pula mabuk) dapat
dibaca Yanzafuuna atau Yanzifuuna, berasal dari lafal Nazafasy Syaaribu, dan Anzafasy
Syaaribu. Artinya mereka tidak merasa pening dan tidak pula merasa mabuk karena
meminumnya, berbeda dengan khamar di dunia. [Al Waqi'ah:19]
20. (Dan
buah-buahan dari apa yang mereka pilih). [Al Waqi'ah:20]
21. (Dan
daging burung dari apa yang mereka inginkan) untuk mereka nikmati
sepuas-puasnya. [Al Waqi'ah:21]
22. (Dan
bidadari-bidadari) yakni wanita-wanita yang memiliki mata hitam pekat pada
bagian yang hitamnya dan putih bersih pada bagian yang putihnya (yang bermata
jeli) artinya, matanya lebar tetapi cantik. Harakat huruf 'Ainnya dikasrahkan
sebagai pengganti dari harakat fatahnya demi untuk menyesuaikan diri dengan
huruf Ya sesudahnya. Bentuk tunggalnya adalah 'Ainaa wazannya sama dengan
Hamraa. Tetapi menurut suatu qiraat dibaca Huurin 'Inin yakni dibaca Jarr. [Al
Waqi'ah:22]
23.
(Laksana mutiara yang tersimpan) yang disimpan dan terpelihara. [Al
Waqi'ah:23]
24.
(Sebagai balasan) menjadi Maf'ul Lah, atau Mashdar, sedangkan 'Amilnya
diperkirakan keberadaannya, yaitu, Kami jadikan hal-hal yang telah disebutkan
itu buat mereka sebagai pembalasan. Atau, Kami memberikan balasan kepada mereka
(bagi apa yang telah mereka kerjakan). [Al Waqi'ah:24]
25.
(Mereka tidak mendengar di dalamnya) di dalam surga itu (perkataan yang
tidak ada gunanya) yakni perkataan jorok (dan tidak pula perkataan yang
menimbulkan dosa) maksudnya perkataan yang berdosa. [Al Waqi'ah:25]
26.
(Akan tetapi) (dikatakan) kepada mereka ucapan (Salam, Salam) lafal ayat
ini menjadi Badal dari lafal Qiilan; mereka benar-benar mendengarnya. [Al
Waqi'ah:26]
27. (Dan
golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu). [Al Waqi'ah:27]
28.
(Berada di antara pohon bidara) atau dikenal dengan nama pohon Nabaq
(yang tidak berduri) tidak ada durinya. [Al Waqi'ah:28]
29. (Dan
pohon pisang) yang juga dikenal dengan nama pohon muz (yang bersusun-susun)
buahnya mulai dari bagian atas hingga bagian bawahnya. [Al Waqi'ah:29]
30. (Dan
naungan yang terbentang luas) untuk selama-lamanya. [Al Waqi'ah:30]
31. (Dan
air yang tercurah) maksudnya air yang mengalir terus selama-lamanya. [Al
Waqi'ah:31]
32. (Dan
buah-buahan yang banyak). [Al Waqi'ah:32]
33.
(Yang tidak berhenti) buahnya. karena musim-musiman (dan tidak terlarang
mengambilnya) artinya, ia boleh diambil tanpa harus membayarnya. [Al Waqi'ah:33]
34. (Dan
kasur-kasur yang tebal lagi empuk) yang diletakkan di atas dipan-dipan. [Al
Waqi'ah:34]
35.
(Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dengan langsung) maksudnya,
bidadari-bidadari yang jelita lagi cantik itu Kami ciptakan tanpa melalui
proses kelahiran terlebih dahulu. [Al Waqi'ah:35]
36. (Dan
Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan) yakni perawan semuanya; setiap kali
suami-suami mereka menggaulinya, para suami itu menjumpai mereka dalam keadaan
perawan kembali; dan tidak ada rasa sakit dikala menggaulinya. [Al Waqi'ah:36]
37.
(Penuh cinta) dapat dibaca 'Uruban atau 'Urban, bentuk jamak dari lafal
'Aruubun, artinya wanita yang sangat mencintai suaminya dan sangat
merindukannya (lagi sebaya umurnya) setara umurnya; bentuk jamak dari lafal
Turbun. [Al Waqi'ah:37]
38.
(Untuk golongan kanan) menjadi Shilah dari lafal Ansya-naahunna, atau
dari lafal Ja'alnaahunna. Yakni Kami ciptakan atau Kami jadikan mereka untuk
golongan kanan. Golongan kanan itu adalah, [Al Waqi'ah:38]
39.
(segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu). [Al Waqi'ah:39]
40. (Dan
segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian). [Al Waqi'ah:40]
41. (Dan
golongan kiri, alangkah celakanya golongan kiri itu). [Al Waqi'ah:41]
42.
(Dalam angin yang amat panas) yaitu angin panas dari neraka, panas angin
itu dapat menembus sampai ke pori-pori (dan air panas yang mendidih) yang
panasnya tak terperikan. [Al Waqi'ah:42]
43. (Dan
dalam naungan asap yang hitam) mereka diliputi oleh asap yang sangat hitam. [Al
Waqi'ah:43]
44.
(Tidak sejuk) tidak sebagaimana naungan yang biasanya (dan tidak
menyenangkan) tidak baik pemandangannya. [Al Waqi'ah:44]
45.
(Sesungguhnya mereka sebelum itu) yakni sewaktu-waktu berada di dunia
(hidup bermewah-mewah) mereka selalu hidup bersenang-senang dan tidak mau
melelahkan diri mereka dalam ketaatan. [Al Waqi'ah:45]
46. (Dan
mereka terus menerus mengerjakan dosa) melakukan perbuatan dosa (yang besar)
yaitu perbuatan menyekutukan Allah. [Al Waqi'ah:46]
47. (Dan
mereka selalu mengatakan, "Apabila kami mati dan menjadi tanah dan tulang
belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan?) kedua huruf
Hamzah pada dua tempat dapat dibaca Tahqiq dan dapat pula dibaca Tas-hil. [Al
Waqi'ah:47]
48.
(Apakah bapak-bapak kami yang terdahulu dibangkitkan pula?") lafal
Awa huruf Wawunya dibaca Fat-hah, sedangkan huruf Hamzahnya menunjukkan kata
tanya, Hamzah atau kata tanya pada ayat ini dan pada ayat sebelumnya mengandung
arti Istib'ad, artinya jauh dari kemungkinan; ini berdasarkan keyakinan mereka
yang tidak mempercayainya. Tetapi menurut suatu qiraat huruf Wawu dibaca Sukun
sehingga bacaannya menjadi Au karena di'athafkan kepada Inna dan Isimnya secara
Mahall. [Al Waqi'ah:48]
49.
(Katakanlah, "Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan
orang-orang yang terkemudian,) [Al Waqi'ah:49]
50.
(benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu) atau waktu yang
tertentu (pada hari yang dikenal) yaitu pada hari kiamat. [Al Waqi'ah:50]
51.
(Kemudian sesungguhnya kalian, hai orang-orang yang sesat lagi
mendustakan!) [Al Waqi'ah:51]
52.
(Benar-benar akan memakan pohon zaqqum) lafal Min zaqquum menjadi Bayan
dari lafal Min Syajarin. [Al Waqi'ah:52]
53.
(Maka kalian akan memenuhi dengannya) dengan pohon zaqqum itu
(perut-perut kalian). [Al Waqi'ah:53]
54.
(Sesudah itu kalian minum) yakni sesudah memakan buah pohon zaqqum itu
(air yang sangat panas). [Al Waqi'ah:54]
55.
(Maka kalian minum seperti minumnya) dapat dibaca Syarba, atau Syurba,
dalam keadaan Nashab karena menjadi Mashdar (unta yang kehausan) maksudnya,
bagaikan unta yang sedang kehausan. Lafal Al Hiim adalah bentuk jamak dari
lafal Haiman untuk jenis jantan, dan untuk jenis betina dikatakan Haimaa;
wazannya sama dengan lafal 'Athsyaan dan 'Athsyaa. [Al Waqi'ah:55]
56.
(Itulah hidangan untuk mereka) apa yang disediakan untuk mereka (pada
hari pembalasan") yakni di hari kiamat nanti. [Al Waqi'ah:56]
57. (Kami
telah menciptakan kalian) dari tiada (maka mengapa tidak) kenapa tidak (kalian
membenarkan) atau mempercayai adanya hari berbangkit, karena sesungguhnya Allah
yang mampu menciptakan mereka. Dia mampu pula untuk menghidupkan mereka
kembali. [Al Waqi'ah:57]
58.
(Maka terangkanlah kepada-Ku nuthfah yang kalian tumpahkan) yakni air
mani yang kalian tumpahkan ke dalam rahim wanita. [Al Waqi'ah:58]
59.
(Kamukah) dapat dibaca Tahqiq dan dapat pula dibaca Tas-hil (yang
menciptakannya) yakni air mani itu kemudian menjadi manusia (atau Kami kah yang
menciptakannya?) [Al Waqi'ah:59]
60.
(Kami telah menentukan) dapat dibaca Qaddarnaa atau Qadarnaa (kematian
di antara kalian dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan) dibuat tak
berdaya. [Al Waqi'ah:60]
61. (Untuk)
maksudnya, supaya Kami (menggantikan) menjadikan (orang-orang yang seperti
kalian) sebagai pengganti dari kalian (dan menciptakan kalian kelak) di akhirat
(dalam keadaan yang tidak kalian ketahui) maksudnya, dalam bentuk yang belum
kalian ketahui, seperti dalam bentuk kera atau babi, umpamanya. [Al Waqi'ah:61]
62. (Dan
sesungguhnya kalian telah mengetahui penciptaan yang pertama) menurut suatu
qiraat lafal An Nasy`ata boleh dibaca An-Nasya`ata (maka mengapa kalian tidak
mengambil pelajaran?) lafal Tadzakkaruuna asalnya adalah Tatadzakkaruuna, lalu
huruf Ta yang kedua diidgamkan kepada huruf Dzal. [Al Waqi'ah:62]
63.
(Maka terangkanlah kepada-Ku tentang yang kalian tanam?) yaitu tentang
tanah yang kalian bajak lalu kalian semaikan benih-benih di atasnya. [Al
Waqi'ah:63]
64.
(Kaliankah yang menumbuhkannya) suatu pertanyaan, apakah kalian yang
telah menumbuhkannya (ataukah Kami yang menumbuhkannya?) [Al Waqi'ah:64]
65.
(Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia kering lagi keropos)
maksudnya, tumbuhan yang kalian tanam itu menjadi kering tak ada biji dan
isinya (maka jadilah kalian) pada asalnya lafal Zhaltum adalah Zhaliltum, lalu
huruf Lam yang berharakat dibuang demi untuk meringankan bunyi sehingga jadilah
Zhaltum, yakni jadilah kalian pada keesokan harinya (heran tercengang)
keheranan karena melihat hal tersebut. Lafal Tafakkahuuna asalnya
Tatafakkahuuna, lalu salah satu dari kedua huruf Ta dibuang sehingga menjadi
Tafakkahuuna. [Al Waqi'ah:65]
66.
(-Seraya mengatakan-, "Sesungguhnya kami benar-benar menderita
kerugian,) biaya yang telah kami tanamkan buat tanaman kami. [Al Waqi'ah:66]
67.
(Bahkan kami menjadi orang-orang yang tidak mendapat hasil apa-apa")
kami tidak mendapatkan rezeki apa-apa. [Al Waqi'ah:67]
68.
(Maka terangkanlah kepada-Ku tentang air yang kalian minum.) [Al
Waqi'ah:68]
69.
(Kaliankah yang menurunkannya dari awan) lafal Muzni adalah bentuk jamak
dari lafal Muznatun, artinya awan yang membawa air hujan (ataukah Kami yang
menurunkannya). [Al Waqi'ah:69]
70.
(Kalau Kami kehendaki niscaya Kami jadikan dia asin) berasa asin hingga
tidak dapat diminum (maka mengapa tidak) kenapa tidak (kalian bersyukur? [Al
Waqi'ah:70]
71.
(Maka terangkanlah kepada-Ku tentang api yang kalian nyalakan) yang
kalian keluarkan dari gosokan-gosokan kayu yang hijau. [Al Waqi'ah:71]
72.
(Kaliankah yang menjadikan kayu itu) yang dimaksud adalah pohon Marakh
dan pohon 'Affar yang kayunya dapat dijadikan sebagai pemantik api (atau
Kamikah yang menjadikannya?). [Al Waqi'ah:72]
73.
(Kami menjadikan api itu untuk peringatan) yakni mengingatkan tentang
neraka Jahanam (dan sebagai bekal) dalam perjalanan (bagi orang-orang yang
mengadakan perjalanan) diambil dari lafal Aqwal Qaumu, yakni kaum itu kini
berada di padang pasir yang tandus, tiada tumbuh-tumbuhan dan air padanya. [Al
Waqi'ah:73]
74.
(Maka bertasbihlah) artinya, Maha Sucikanlah (dengan menyebut nama)
huruf Ba di sini adalah Zaidah (Rabbmu Yang Maha Besar) yakni Allah Yang Maha
Besar. [Al Waqi'ah:74]
75.
(Maka Aku bersumpah) huruf Laa di sini adalah Zaidah (dengan nama
tempat-tempat terbenamnya bintang-bintang) tempat-tempat bintang-bintang
tenggelam. [Al Waqi'ah:75]
76.
(Sesungguhnya sumpah itu) sumpah dengan memakai namanya ita (adalah
sumpah yang besar kalau kalian mengetahui) jika kalian termasuk orang-orang
yang memiliki ilmu pengetahuan niscaya kalian mengetahui besarnya sumpah ini.
[Al Waqi'ah:76]
77.
(Sesungguhnya ini) yakni yang dibacakan kepada kalian (adalah Alquran
yang sangat mulia). [Al Waqi'ah:77]
78.
(Pada Kitab) yang tertulis dalam Kitab (yang terpelihara) yang dijaga,
maksudnya Mushhaf Alquran. [Al Waqi'ah:78]
79.
(Tidak menyentuhnya) adalah kalimat berita, tetapi mengandung makna
perintah, yakni jangan menyentuhnya (kecuali orang-orang yang telah bersuci)
yakni orang-orang yang telah menyucikan dirinya dari hadas-hadas. [Al
Waqi'ah:79]
80.
(Diturunkan) ia diturunkan (dari Rabb semesta alam). [Al Waqi'ah:80]
81.
(Maka apakah terhadap firman ini) Alquran ini (kalian menganggapnya
remeh?) meremehkan dan mendustakannya [Al Waqi'ah:81]
82.
(Kalian menjadikan rezeki yang diberikan kepada kalian) yaitu berupa air
hujan; kalian membalasnya (dengan mendustakan) rezeki yang diberikan Allah
kepada kalian berupa air hujan itu karena kalian telah mengatakan, "Kami
di beri hujan oleh bintang anu". [Al Waqi'ah:82]
83.
(Maka mengapa tidak) kenapa tidak (sewaktu nyawa sampai) pada saat
menjelang kematian (di tenggorokan) yakni pada saat nyawa sampai pada
kerongkongan. [Al Waqi'ah:83]
84.
(Padahal kalian) hai orang-orang yang menghadiri saat kematian (ketika
itu melihat) kapada orang yang sedang mengalami kematiannya. [Al Waqi'ah:84]
85. (Dan
Kami lebih dekat kepadanya daripada kalian) yakni melalui pengetahuan-Ku.
(Tetapi kalian tidak melihat) kalian tidak mengetahui hal tersebut, lafal
Tubshiruuna ini diambil dari lafal Bashiirah yang artinya melihat. [Al
Waqi'ah:85]
86.
(Maka mengapa tidak) kenapa tidak (jika kalian merasa tidak akan
dibalas) merasa tidak akan dibangkitkan nanti, sesuai dengan dugaan kalian. [Al
Waqi'ah:86]
87.
(Kalian mengembalikan nyawa itu) maksudnya, mengembalikannya ke dalam
tubuh kalian sendiri sesudah nyawa itu mencapai kerongkongan? (jika kalian
adalah orang-orang yang benar) di dalam pengakuan kalian itu. Lafal Falaulaa
yang kedua mengukuhkan makna lafal Laulaa pertama. Sedangkan lafal Idzaa yang
terkandung di dalam lafal Hiinaidzin menjadi Zharaf bagi lafal Tarji'uuna yang
bergantung kepadanya kedua Syarat tersebut. Makna ayat, mengapa kalian tidak
mengembalikan nyawa kalian sendiri ke dalam tubuh kalian, jika kalian tidak
mempercayai adanya hari berbangkit dan kalian benar-benar meniadakannya? Yakni
hendaknya kalian meniadakan pula kematian itu sebagai pengganti dari ketidakpercayaan
kalian kepada adanya hari berbangkit. [Al Waqi'ah:87]
88.
(Adapun jika dia) orang yang mati itu (termasuk orang-orang yang
didekatkan-kepada Allah-). [Al Waqi'ah:88]
89.
(Maka dia memperoleh ketenteraman) dia mendapatkan ketenangan (dan
rezeki) yang baik (serta surga yang penuh dengan kenikmatan) apakah jawab ini
bagi lafal Amma ataukah bagi In, ataukah menjadi Jawab bagi kedua-duanya?,
sehubungan dengan masalah ini ada beberapa pendapat. [Al Waqi'ah:89]
90. (Dan
adapun jika dia termasuk golongan kanan). [Al Waqi'ah:90]
91.
(Maka keselamatan bagi kamu) yakni baginya keselamatan dari siksaan
(karena kamu termasuk golongan kanan) karena dia termasuk di antara mereka. [Al
Waqi'ah:91]
92. (Dan
adapun jika dia termasuk golongan orang-orang yang mendustakan lagi sesat). [Al
Waqi'ah:92]
93.
(Maka dia mendapat hidangan air yang sangat panas). [Al Waqi'ah:93]
94. (Dan
dibakar di dalam neraka Jahim). [Al Waqi'ah:94]
95.
(Sesungguhnya yang disebutkan ini adalah suatu keyakinan yang benar)
lafal Haqqul Yaqiin termasuk ungkapan dengan memakai cara mengidhafahkan
Maushuf kepada sifatnya. [Al Waqi'ah:95]
96.
(Maka bertasbihlah kamu dengan menyebut nama Rabbmu Yang Maha Besar)
penafsirannya sebagaimana yang telah lalu. [Al Waqi'ah:96]
0 Komentar