Surat ayat alqur'anVidio
الٓرۚ تِلۡكَ
ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡمُبِينِ إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ قُرۡءَٰنًا عَرَبِيّٗا
لَّعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ نَحۡنُ نَقُصُّ عَلَيۡكَ أَحۡسَنَ ٱلۡقَصَصِ بِمَآ
أَوۡحَيۡنَآ
إِلَيۡكَ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ وَإِن كُنتَ مِن قَبۡلِهِۦ لَمِنَ
ٱلۡغَٰفِلِينَ إِذۡ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَٰٓأَبَتِ إِنِّي رَأَيۡتُ أَحَدَ
عَشَرَ كَوۡكَبٗا وَٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَ رَأَيۡتُهُمۡ لِي سَٰجِدِينَ قَالَ
يَٰبُنَيَّ لَا تَقۡصُصۡ رُءۡيَاكَ عَلَىٰٓ إِخۡوَتِكَ فَيَكِيدُواْ لَكَ كَيۡدًاۖ
إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ لِلۡإِنسَٰنِ عَدُوّٞ مُّبِينٞ وَكَذَٰلِكَ يَجۡتَبِيكَ
رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِن تَأۡوِيلِ ٱلۡأَحَادِيثِ وَيُتِمُّ نِعۡمَتَهُۥ
عَلَيۡكَ وَعَلَىٰٓ ءَالِ يَعۡقُوبَ كَمَآ أَتَمَّهَا عَلَىٰٓ أَبَوَيۡكَ مِن
قَبۡلُ إِبۡرَٰهِيمَ وَإِسۡحَٰقَۚ إِنَّ رَبَّكَ عَلِيمٌ حَكِيمٞ ۞لَّقَدۡ كَانَ
فِي يُوسُفَ وَإِخۡوَتِهِۦٓ ءَايَٰتٞ لِّلسَّآئِلِينَ إِذۡ قَالُواْ لَيُوسُفُ
وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَىٰٓ أَبِينَا مِنَّا وَنَحۡنُ عُصۡبَةٌ إِنَّ أَبَانَا
لَفِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٍ ٱقۡتُلُواْ يُوسُفَ أَوِ ٱطۡرَحُوهُ أَرۡضٗا يَخۡلُ لَكُمۡ
وَجۡهُ أَبِيكُمۡ وَتَكُونُواْ مِنۢ بَعۡدِهِۦ قَوۡمٗا صَٰلِحِينَ قَالَ قَآئِلٞ
مِّنۡهُمۡ لَا تَقۡتُلُواْ يُوسُفَ وَأَلۡقُوهُ فِي غَيَٰبَتِ ٱلۡجُبِّ
يَلۡتَقِطۡهُ بَعۡضُ ٱلسَّيَّارَةِ إِن كُنتُمۡ فَٰعِلِينَ
1.
Ayat pertama surah Yusuf ini sama bunyinya dengan ayat pertama pada
surah Yunus kecuali pada akhir ayat pertama surah Yunus ada kata "al
hakim" sedang pada ayat pertama surah ini terdapat kata "al-Mubin".
Al-hakim artinya penuh hikmat dan al-Mubin
artinya nyata, jelas, dan terang. Biasanya dengan memperhatikan ayat pertama
dari tiap-tiap surah sudah dapat diperkirakan apa pokok-pokok isi surah itu.
Surah Yunus yang ayat pertamanya diakhiri dengan al-Hakim, terdapat di dalamnya
masalah-masalah hikmat dan filsafat, seperti masalah keesaan Allah,
sifat-sifat-Nya, kebenaran risalah yang dibawa para nabi yang dikuatkan dengan
berbagai macam mukjizat, masalah hari kebangkitan, hari pembalasan, dan
sebagainya. Semuanya itu adalah masalah-masalah yang harus direnungkan dan
difikirkan secara mendalam dan termasuk masalah hikmat dan filsafat. Adapun
surah Yusuf ayat pertamanya diakhiri dengan al-Mubin. Hal ini mengisyaratkan
bahwa di dalamnya terdapat suatu kisah yang sangat menarik, digubah dengan susunan
kata-kata yang mempesona penuh balagah dan falsafah dalam suatu jalinan cerita
yang indah yang mendorong pembacanya untuk mengikuti sampai akhir, suatu kisah
yang patut menjadi contoh dan teladan yang menggambarkan dengan jelas bagaimana
kehidupan seorang nabi yang mulia semenjak kecilnya mengalami beraneka ragam
penderitaan sampai ia menjadi penguasa yang disegani dan dihormati di negeri
Mesir.
2. Pada
ayat ini, Allah menegaskan bahwa Dia menurunkan Al-Quran dalam bahasa Arab yang
fasih agar dapat direnungkan dan difikirkan isi dan maknanya. Memang Al-Quran
diturunkan untuk semua manusia, bahkan juga untuk jin, tetapi karena yang
pertama-tama menerimanya ialah penduduk Mekah, maka wajarlah bila firman itu
ditujukan lebih dahulu kepada mereka dan seterusnya berlaku untuk semua umat
manusia. Pertama-tama Allah menuntut perhatian orang-orang Quraisy dan
orang-orang Arab seluruhnya supaya mereka memperhatikan isinya dengan
sebaik-baiknya karena di dalamnya terkandung bermacam-macam ilmu pengetahuan
yang bermanfaat bagi mereka di dunia dan akhirat seperti hukum-hukum agama,
kisah para nabi dan rasul, hal-hal yang bertalian dengan pembangunan masyarakat,
pokok-pokok kemakmuran, akhlak, filsafat, tata cara berpolitik, baik yang
bersifat nasional maupun yang bersifat internasional, dan lain sebagainya.
Semuanya itu diutarakan dalam bahasa Arab yang indah susunannya mudah dipahami
oleh mereka.
3. Pada
ayat ini, Allah mengkhususkan firman-Nya kepada Nabi Muhammad saw dan tentu
saja untuk diperhatikan oleh orang Arab dan umat manusia seluruhnya. Para
mufasir mengatakan bahwa surah Yusuf ini adalah salah satu surah dalam Al-Quran
yang diturunkan untuk menghibur dan menggembirakan hati Nabi Muhammad saw di
kala beliau menderita tekanan-tekanan yang berat dari kaum Quraisy berupa
cemoohan, hinaan, pembangkangan, dan tindakan kekerasan sehingga beliau
terpaksa hijrah bersama Abu Bakar ke Medinah. Memang demikianlah halnya karena
kisah Nabi Yusuf ini adalah suatu kisah yang menarik sekali, dikisahkan dengan
cara terperinci, tiap babak mengandung hikmah yang dalam dan pelajaran yang
besar manfaatnya bagi orang yang memperhatikannya, apalagi bila dilihat dari
segi keindahan susunan bahasa dan isi ceritanya yang belum dikenal seluruhnya
baik oleh Nabi Muhammad saw sendiri maupun oleh kaum Quraisy dan orang Arab
pada umumnya.
Kisah ini selain menceritakan keadaan Nabi
Yakub a.s. beserta anak-anaknya yang masih hidup dengan cara kehidupan
orang-orang Badui, menceritakan pula bagaimana kehidupan dalam masyarakat yang
telah maju dan berkebudayaan tinggi, bagaimana kehidupan para penguasa yang
penuh dengan kemewahan serta kesenangan dan bagaimana pula cara mereka
mengendalikan pemerintahan dan mengatur perekonomian negara. Benarlah firman
Allah yang mengatakan bahwa kisah Nabi Yusuf a.s. yang akan dikisahkan berikut
ini adalah kisah yang paling baik, menarik, dan yang paling indah
penggambarannya.
4. Pada
suatu ketika Nabi Yusuf a.s. memberitahukan kepada ayahnya Nabi Yakub bin Ishak
bin Ibrahim bahwa ia bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan,
semuanya tunduk dan sujud kepadanya. Tentu saja sujud di sini bukan dengan arti
menyembah seperti yang kita kenal, tetapi hanyalah sujud dalam arti kiasan
yaitu tunduk dan patuh. Sujud dengan arti tunduk dan patuh itu ada juga
terdapat dalam Al-Quran, seperti firman Allah:
Dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk
(kepada-Nya). (ar-Rahman/55: 6)
Setelah mendengar cerita itu, Nabi Yakub a.s.
menyadari bahwa mimpi anaknya bukan mimpi biasa, tetapi merupakan ilham dari
Allah sebagaimana kerapkali dialami oleh para nabi. Ia yakin bahwa anaknya ini
akan menghadapi urusan yang sangat penting dan setelah dewasa menjadi pemimpin
dimana masyarakat akan tunduk kepadanya tidak terkecuali saudara-saudaranya dan
ibu-bapaknya. Ia merasa khawatir kalau hal ini diketahui oleh
saudara-saudaranya, dan tentulah mereka akan merasa iri dan dengki terhadapnya
serta berusaha untuk menyingkirkan atau membinasa-kannya apalagi mereka telah
merasa bahwa ayah mereka lebih banyak menumpahkan kasih sayangnya kepadanya.
Tergambarlah dalam khayal Nabi Yakub bagaimana nasib anaknya bila mimpi itu
diketahui oleh saudara-saudaranya, tentulah mereka dengan segala usaha dan tipu
daya akan mencelakakannya.
5. Oleh
sebab itu, Nabi Yakub a.s. berkata kepada anaknya, "Hai anakku, jangan
sekali-kali engkau beritahukan apa yang engkau lihat dalam mimpi itu, karena
kalau mereka sampai mengetahuinya, mereka akan mengerti tabir mimpi itu dan
mereka akan iri dan dengki terhadapmu. Aku melihat bahwa mimpi itu bukan
sembarang mimpi. Mimpimu itu adalah sebagai ilham dari Allah bahwa engkau di
belakang hari akan menjadi orang besar serta berpengaruh, dan manusia akan tunduk
patuh kepadamu termasuk saudara-saudaramu dan aku serta ibumu. Aku tidak dapat
menjamin bahwa saudara-saudaramu tidak akan melakukan tindakan-tindakan buruk
terhadapmu."
Nasihat ayahnya itu disadari sepenuhnya oleh
Yusuf dan selalu diingat dan dikenangnya sehingga nanti pada akhir kisah ketika
ia telah dapat bertemu dengan seluruh keluarganya, ia tetap mengatakan
bahwasanya setanlah yang memperdaya saudara-saudaranya sehingga terputus
hubungan antara dia dengan keluarganya, sebagaimana tersebut dalam firman
Allah:
Dan dia (Yusuf) berkata, "Wahai ayahku!
Inilah takwil mimpiku yang dahulu itu. Dan sesungguhnya Tuhanku telah
menjadikannya kenyataan. Sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku,
ketika Dia membebaskan aku dari penjara dan ketika membawa kamu dari dusun,
setelah setan merusak (hubungan) antara aku dengan saudara-saudaraku. Sungguh,
Tuhanku Mahalembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Yang Maha
Mengetahui, Mahabijaksana." (Yusuf/12: 100)
6.
Selanjutnya ayahnya berkata, "Demikianlah Tuhan akan memilihmu
untuk menjadi nabi dan mengangkat derajatmu menjadi penguasa serta
menganugerahkan kepadamu berbagai macam nikmat dan kemuliaan. Dia akan
memberikan kepadamu ilmu dengan mengilhamkannya kepadamu. Dengan ilmu itu kamu
dapat mentabirkan mimpi dan mengetahui hal-hal yang tidak dapat diketahui oleh
manusia biasa." Hal ini terbukti di waktu Yusuf dalam penjara, dapat
mentabirkan mimpi raja Mesir sehingga ia menjadi orang yang disegani dan
diangkat menjadi penguasa tertinggi. Selain itu dapat mengetahui makanan apa
yang akan dibawa oleh pegawai penjara sebelum makanan itu sampai ke kamar
temannya seperti tersebut dalam firman Allah dalam surah ini juga.
Dia (Yusuf) berkata, "Makanan apa pun yang
akan diberikan kepadamu berdua aku telah dapat menerangkan takwilnya, sebelum
(makanan) itu sampai kepadamu. Itu sebagian dari yang diajarkan Tuhan
kepadaku." (Yusuf/12: 37)
Kemudian Yakub berkata lagi kepada Yusuf dalam
ayat ini, "Allah akan menyempurnakan nikmat dan karunia-Nya kepadamu dan
kepada keluarga Yakub termasuk ayahmu, saudaramu, dan keturunan mereka di
belakang hari. Adapun nikmat dan karunia-Nya kepadamu ialah seperti yang telah
diterangkan tadi, sedang nikmat dan karunia-Nya kepada ayah dan ibumu serta
saudara-saudaramu dan keturunan mereka ialah terlepasnya mereka dari berbagai
macam kesulitan serta marabahaya dan mendapat kehormatan serta kedudukan di
Mesir, kemudian di antara keturunan keluarga Yakub akan diangkat pula beberapa
orang nabi. Semua nikmat dan karunia itu telah diberikan Allah kepada kakekmu
Ibrahim serta Ishak. Kepada Ibrahim, Allah telah menjanjikan akan memilih di
antara keluarga dan keturunannya untuk menerima kenabian dan kitab suci."
Lanjut Yakub lagi, "Demikianlah tabir
mimpi itu dan bergembiralah dengan rahmat dan karunia Allah yang akan
dianugerahkan kepadamu, tetapi engkau harus tabah dan sabar menghadapi segala
ujiannya dan penuh tawakkal serta rela atas segala yang ditimpakan-Nya
kepadamu, karena Dia Mahabijaksana dan Maha Mengetahui segala apa yang ditetapkan-Nya."
7. Allah
memperingatkan lebih dahulu bahwa pada kisah Nabi Yusuf a.s. ini terdapat
teladan yang baik dan pelajaran bagi orang yang memperhatikannya yaitu betapa
besar kekuasaan Allah swt, dan betapa luas hikmah dan kebijaksanaan-Nya dalam
mengatur sesuatu dalam suatu rentetan kejadian yang akhirnya sampai kepada
tujuan yang dimaksud yaitu pemberian rahmat dan karunia kepada orang yang
dikasihi-Nya. Sesudah itu barulah Allah mengisahkan bagaimana sikap
saudara-saudara Yusuf terhadapnya.
8.
Saudara-saudara Yusuf berkata sesama mereka, "Sesungguhnya ayah
kita lebih banyak menyayangi Yusuf dan saudaranya Bunyamin dan lebih banyak
menumpahkan perhatiannya kepada keduanya, padahal kitalah yang lebih berhak
untuk disayangi dan diperhatikan, karena kita ini sudah menjadi orang dewasa
yang kuat dan dapat membelanya serta memenuhi segala kebutuhannya. Sikap ayah
kita itu bertentangan dengan keadilan dan persamaan hak antara anak-anak.
Mengapa ayah lebih mengutamakan dua orang anak yang lemah dan tak berdaya itu
dari pada kita yang kuat serta lebih sanggup berkhidmat dan berbakti
kepadanya?"
Sepintas lalu nampak dengan jelas kebenaran
ucapan saudara-saudara Yusuf itu, seakan-akan Nabi Yakub a.s. telah membuat
kekeliruan dengan tindakannya itu padahal dia seorang nabi yang selalu
dibimbing Allah dalam segala sikap dan tindakannya. Menurut riwayat memang
Yakub menumpah-kan perhatian yang besar terhadap Yusuf, karena ada firasat dan
tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Yusuf mempunyai keistimewaan pada sifat dan pembawaannya.
Keistimewaan ini tidak dimiliki oleh saudara-saudaranya yang lain. Maka Yakub
sangat menaruh harapan kepadanya, apalagi setelah ia mendengar Yusuf
menceritakan mimpinya. Jika Yakub lebih cinta kepada Yusuf dan lebih banyak
memperhatikannya, maka hal itu adalah wajar, sebab Yusuf dan Bunyamin masih
kecil-kecil dan lebih banyak membutuhkan perhatian dan bimbingan orang tuanya
dibanding saudara-saudaranya yang sudah besar. Hanya sifat iri dan dengki
sajalah yang mendorong saudara-saudaranya untuk melakukan tindakan permusuhan
terhadapnya, bukanlah karena ayah mereka sudah menyimpang dari jalan keadilan.
9. Dalam
suatu musyawarah untuk menetapkan tindakan yang tepat dan tegas terhadap Yusuf,
mereka mengusulkan agar dia dibunuh saja atau dibuang ke tempat yang jauh,
sehingga ia tidak mungkin kembali atau binasa dan mati di tempat pembuangan
itu. Dengan demikian, ayah mereka Yakub akan berputus asa dan tidak mempunyai
harapan lagi untuk bertemu dengan anaknya yang paling disayanginya itu, dan
lama kelamaan tentunya dia akan melupakannya. Selama ini yang menjadi halangan
baginya untuk memperhatikan mereka ialah Yusuf di sampingnya. Bila Yusuf sudah
tiada atau tersingkir ke negeri yang jauh, tentulah ayah mereka akan kembali
memperhatikan dan menyayangi mereka. Mereka menginsyafi bahwa tindakan ini
adalah suatu tindakan yang kejam tidak berperikemanusiaan, suatu tindakan
kriminal yang sangat besar dosanya. Akan tetapi, mereka telah jauh tersesat
dari jalan yang benar dan terjerumus ke dalam perangkap setan, sehingga tidak
nampak lagi oleh mereka akibat perbuatan itu bagi ayah dan diri mereka sendiri
jika perbuatan itu dilakukan.
Mereka membujuk diri mereka sendiri dengan
mengatakan, meskipun mereka telah berdosa, pintu tobat masih terbuka lebar.
Mereka akan bertobat dengan tobat nasuha dan tidak akan berbuat seperti itu
lagi, dan menjadi hamba Allah yang saleh. Tentu Allah akan menerima tobat,
mengampuni segala dosa dan kesalahan hamba-Nya, dengan demikian ayah mereka
akan merasa senang kepada mereka, dan Allah tidak akan menyiksa mereka.
10.
Rupanya masih ada di antara mereka yang tidak mau melaksanakan usul itu
dan masih mengalir dalam tubuhnya rasa kasih sayang terhadap saudaranya dan
tergambar dalam khayalnya, betapa ngerinya perbuatan itu. Dia mengusulkan agar
Yusuf jangan dibunuh jika hanya ingin memisahkan dari ayahnya dan menarik
perhatian ayah mereka kembali. Mengapa untuk mencapai tujuan itu kita harus
melakukan pembunuhan, melakukan suatu dosa besar yang belum tentu akan diampuni
Tuhan? Dia mempunyai usul yang tidak begitu berat dosanya yaitu menjatuhkan
Yusuf ke dalam sumur dan nanti dia akan ditemukan oleh para musafir dan akan
dibawa mereka ke negeri yang jauh. Dengan demikian, Yusuf tidak akan mati dan
mereka bebas dari dosa pembunuhan sedang maksud dan tujuan tercapai juga.
Akhirnya usul ini mereka terima dengan baik, dan mereka sudah bertekad dalam
hati untuk melaksanakannya
SMPIT ISLAMICITY KOTA TANGERANG SEMANGAT UNTUK BELAJAR

